Fayakhun : Rindu Dengan Indonesiaku yang Dulu



Menurut Fayakhun Siapa yang tidak tahu bahwa Indonesia adalah sebagai negara yang kaya dengan alam dan kepulauannya yang tersebar kemana-mana. Hal demikian itu menyryt Fayakhun ditandai dengan adanya pengimporan bahan-bahan rempah ke luar negri. Dan tidak sedikit gunung-gunung yang menjulang tinggi, satwa-satwa yang turut hidup dibelahan kepulauan, serta pemandangan alam yang begitu menakjubkan. Mulai dari pemandangan bawah laut hingga pemandangan di pegunungan.
            Hal demikian itu bagi Fayakhun seolah-olah menjadi surga dunia bagi kita. Kenapa tidak, orang-orang luar negeri berkata “membuang sepotong kayu di Indonesia itu dapat menjadi pohon”. Itu menandakan betapa hebatnya negara ini. Seharusnya kita menurut Fayakhun selalu bersyukur atas kenikmatan yang diberikan kepada bangsa kita ini. yaitu dengan cara mengiplementasikan syukur kita dengan merawat sebaik-baiknya lingkungan hidup disekitar kita. Dan jangan sampai kita merusaknya hanya untuk kebutuhan pribadi.
            Namun bagi Fayakhun, wajah indonesia yang sekarang benar-benar berubah drastis menjadi kusam, tidak seperti dulu lagi yang banyak tumbuh hijau-hijauannya. Hal ini dibuktikan dengan seringnya terjadi bencana alam di negara kita ini. Seperti longsor, banjir, kebakaran hutan, dan lain sebagainya. Dan benjana yang masih terjadi sekarang ini menurut Fayakhun yaitu meluapnya lumpur lapindo, itu karena semata-mata olah manusia yang rakus, mementingkan dirinya sendiri. Mereka tidak sadar kalau perbuatannya itu merugikan banyak orang.
            Bayangkan saja kata Fayakhun, jika kasus itu tidak ditangani dengan serius oleh negara, apa jadinya negara kita ini. Bencana akan terus-menerus melanda. Dan tiap tahunnya hutan kita akan rusak. Padahal hutan di Indonesia ini sebagai salah satu paru-paru dunia yang mempunyai fungsi sebagai pencegah pemanasan global. Tentunya jika hutan di indonesia saja sudah rusak, maka akan berdampak pada dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fayakhun Andriadi Bersuara Soal Pembelian Kapal Induk Bekas Spanyol